Peringati Hari Santri Nasional 2025, Desa Cagak Agung Gelar Pekan Sehat, Bakti Sosial, hingga Lomba Kreativitas Anak
GRESIK — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, berlangsung meriah dan penuh makna. Tidak sekadar menggelar upacara atau doa bersama, momentum HSN kali ini diwujudkan dalam bentuk aksi nyata kepedulian terhadap sesama melalui tajuk "Pekan Sehat dan Bakti Sosial".
Kemeriahan acara puncak terlihat jelas di panggung utama, di mana panitia dan tokoh masyarakat setempat hadir menyapa warga. Berbagai hadiah hiburan, doorprize peralatan rumah tangga, hingga paket bakti sosial telah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang berpartisipasi dan yang membutuhkan.
Salah satu program unggulan yang paling disambut antusias oleh warga desa adalah layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Ratusan warga, mulai dari pemuda hingga kalangan lanjut usia (lansia), tampak mengantre dengan tertib untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tenaga medis profesional, termasuk dokter yang bertugas, turun langsung memberikan pelayanan prima, mulai dari pengecekan tensi hingga konsultasi keluhan penyakit. Kehadiran posko kesehatan ini dinilai sangat membantu warga dalam mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang mudah dan tanpa biaya.
Tak hanya menyentuh kalangan dewasa, semarak HSN 2025 di Desa Cagak Agung juga merangkul generasi penerus. Panitia menyelenggarakan Lomba Menggambar yang diikuti oleh anak-anak desa dengan penuh keceriaan. Memakai busana muslim lengkap dengan peci dan hijab, bibit-bibit muda ini tampak serius menorehkan krayon warna-warni di atas kertas gambar mereka.
Lomba ini bukan hanya sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kesantrian, sportivitas, dan kreativitas sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan yang komprehensif—dari perlombaan edukatif anak-anak hingga bakti sosial dan layanan kesehatan—ini membuktikan bahwa semangat Hari Santri di Desa Cagak Agung benar-benar membumi. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan elemen masyarakat diharapkan dapat terus terjalin untuk mewujudkan peradaban desa yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Dokumentasi:






